0

Design It Yourself 2011

November 27, 2011 Artikel

Selama bulan Oktober 2011, Perpustakaan C2O yang terletak di Jl. Dr. Cipto 20 Surabaya, menggelar serangkaian acara bertajuk Design It Yourself (DIY).  Dengan fokus pada diskusi santai DIY Talks yang diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu, acara ini dimaksudkan sebagai acara tahunan di mana desainer-desainer Surabaya dapat berdiskusi dan berbagi pengalaman untuk mengenal dan mengetahui lebih dekat situasi, kondisi, dan pelaku desain di Surabaya. Delapan topik yang diangkat untuk didiskusikan adalah 1) Introduction to Design, 2) Design Business & Management, 3) Graphic & Branding, 4) Comics, 5) Urban Art, 6) Fashion, 7) Digital Media, dan 8) Architecture.

DIY Talk #4: Comics, 15 Oktober 2011, diisi oleh trio Yudis, Broky, Pak Waw, X-Go dan Kat.  Acara dibuka pk. 17.00 dengan pemutaran film dokumenter “Beautiful Losers” mengenai sekelompok seniman pop, dilanjutkan dengan DIY Talks, di mana para komikus menceritakan konsep mereka mengenai komik, serta proses produksi dan distribusi karya masing-masing.  Digelar di pelataran belakang C2O dengan format lesehan, serta ditemani dengan musik dan makanan ringan, acara ini berlangsung dengan santai, gayeng dan interaktif antara para komikus dan penonton.

Masing-masing komikus menceritakan latar belakang dan kiprah mereka masing-masing di dunia perkomikan yang sangat beragam.  Di sini dibahas bagaimana komik, yang diartikan sebagai gambar-gambar serta lambang-lambang lain yang bersandingan dalam turutan tertentu, tidak lagi terbatas pada kertas/buku, tapi sudah menjadi lintas media.  Tidak ada batasan mengenai teks, gaya gambar, maupun jenis isi.  Ada majalah komik online seperti rautan.com, makko.co.  Ada adaptasi komik menjadi/dari animasi, novel, toys, aksesoris, patung, kain, bahkan batik.  X-Go bercerita bahwa dia malah memandang komik sebagai bagian dari seni urban, dan dia juga tak jarang menorehkan komik di tembok-tembok kota.  Komik Indonesia juga tidak lagi terbatas pada komik fiksi, tapi juga ada banyak peluang lainnya seperti komik untuk buku panduan, komik sejarah, komik siaga bencana, dan sebagainya.

Tidak berbeda dengan pegiat kreatif lainnya di Surabaya, seperti yang telah dibahas di DIY Talks sebelum-sebelumnya, komikus-komikus pun mengeluhkan minimnya media dan ruang di Surabaya yang mengakomodasi komunitas, dialog dan kolaborasi. Mentok-mentok paling Balai Pemuda (yang baru saja terbakar) atau CCCL (yang tahun depan akan pindah ke tempat lain).  Padahal, keberadaan komunitas dan infrastruktur lainnya yang mewadahi, mendokumentasikan, dan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan ini dinilai sangat penting dalam perkembangan komik itu sendiri.  Selain itu, tampak minimnya perhatian pada dokumentasi dan sejarah, serta pegiat-pegiat yang kurang memperhatikan aspek lain di luar proses produksi.  Di sini dibahas juga fungsi dan misi Cergamboree, festival komik tahunan di Surabaya, yang pertama kali diadakan tahun 2008.  Memasuki tahun keempatnya tahun depan, ada kemungkinan akan bergeser tanggal karena perubahan agenda dan tempat CCCL.

Acara-acara seperti pameran, menggambar bersama, workshop dan lain-lain memang sudah cukup marak dilakukan di Surabaya.  Tapi memang, jarang sekali pelaku-pelaku komunitas saling berkumpul untuk berdialog dan bertukar informasi, apalagi berkolaborasi.  Minimnya perhatian pada dokumentasi juga dinilai cukup akut—acara-acara sering digelar hanya untuk internal lingkaran sendiri, tanpa mempedulikan publikasi atau sosialisasi ke pihak-pihak luar, dalam bentuk blog post, misalnya.

Desain dalam acara Design It Yourself ini memang diartikan dengan cair sebagai kegiatan dan cara pikir untuk memecahkan masalah, atau menuju situasi yang kita inginkan.  Melalui Design It Yourself ini, kami ingin setidaknya menyediakan ruang bertemu dan berdialog untuk saling mengenal dan menelusuri cerita masing-masing.  Dokumentasi dan pengarsipan pun mendapat perhatian utama dengan penerbitan pasca-acara dalam bentuk online maupun cetak, dalam berbagai format seperti teks, foto, podcast MP3, dan video.

Selain itu, acara ini juga diramaikan oleh berbagai acara lainnya seperti pameran mixtape kolektif yang sebelumnya telah dipamerkan di Malang, “Tempertantrum” (15/10).  Ada juga pameran solo ilustrasi Yudha Sandy dari Mulyakarya, “Atom Jardin” (27/10) dan workshop menggambar “Malaikat dan Singa” (18/10) bersama Arrington de Dionyso, musisi noise Amerika yang juga membuat berbagai animasi untuk video musinya.

Acara berlangsung 2-30 Oktober 2011.  Kunjungi: http://c2o-library.net/2011/10/design-it-yourself-2011/

Leave a Reply